Cara kerja kamera, pengiriman gambar dan pembentukan gambar

Alex
0



I. Kamera
            Kamera tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, beberapa peralatan elektronik kita sudah memiliki perangkat ini, seperti kamera handphone, CCTV, wabcam laptop atau computer, ataupun kamera itu sendiri. Tapi taukah kita bagaimana perangkat ini bekerja? Adakah rasa penasaran kita pada saat melihat perangkat ini bagaimana benda sekecil itu dapat menangkap tampilan objek dan ditampilkan pada layar LCD ataupun tabung gambar televisi? Sebenarnya pada postingan saya beberapa bulan yg lalu, saya sudah menyinggung juga tentang cara kerja perangkat ini beserta sistem pembentukan gambar pada tabung televisi. Tapi kali ini kita akan membahas sedikit lebih detail lagi…
     
       Sebelunya, kita lihat sekilas kebelakang yaitu kamera film. Cara kerja kamera ini sangat sederhana. Film sangat sensitif sekali terhadap cahaya, jika film terkena cahaya, maka bagian yang terkena cahaya ini akan menjadi semakin gelap tergantung intensitas cahaya yang diterimanya. Film diposisikan didalam kamera sehingga tidak ada cahaya yang mengenainya, ketika penutup lensa terbuka beberapa saat, cahaya yang masuk kelensa akan difokuskan pada film, sehingga terjadilah efek gambar negative pada film.
            Pada dasarnya prinsip kerja kamera digital pun sama dengan kamera film ini, namun perangkat yang digunakan berbeda. Kamera digital menggunakan vidicon yang akan mendeteksi intensitas cahaya. Cahaya yang diterima akan difokuskan oleh lensa menuju photoconductif. Bagian ini akan bersifat konduktif, menyimpan muatan ketika terkena cahaya, semakin tinggi intensitas cahaya maka bagian yang terkena cahay ini akan bersifat semakin kondukti karna tahanannya bertambah. Elektron gun atau penembak electron akan me-scan secara horizontal besarnya muatan yang tersimpan dalam bagian-bagian photoconductif yang disebut grid, jumlah grid akan menentukan piksel kamera. Bagian grid yang menyimapan muatan besar akan membentuk sinyal informasi dengan amplitude lebih tinggi disbanding dengan bagian yang menyimpan muatan lebih kecil. Sehingga terjadilah sinyal listrik yang memuat informasi warna dan intensitas cahaya gambar.

II. Pengiriman Sinyal Gambar
            Sinyal listrik yang dihasilkan vidicon dikuatkan dengan penguat awal, dan masih dalam bentuk sinyal analog. Jika sinyal ingin dikirimkan melalui media wireless atau tanpa kawat, sinyal harus dimodulasi terlebih dahulu dengan sinyal carrier yang memiliki frekuensi jauh lebih tinggi dari sinyal informasi. Pemodulasian ini bertujuan untuk memperkecil ukuran antenna, membedakan frekuensi dengan frekuensi pemancar lain dan memperbesar amplitude sinyal yang dikirimkan.
            Setelah dimodulasi, sinyal dirubah menjadi gelombang elektromagnetik dengan antenna.
            Pada penerima, sinyal yang diseleksi oleh rangkaian penala akan di demodulasi kembali, yaitu sinyal informasi dipisahkan dari sinyal carrier. Setelah diperoleh sinyal informasi yang sama dengan sinyal informasi yang dikirimkan, sinyal ini diproses untuk ditampilkan lagi dalam bentuk gambar.

III. Proses pembentukan Gambar
            Sinyal informasi memuat informasi warna, intensitas cahaya dan jumlah piksel atau titik-titik warna. Pada televise berwarna, sinyal informasi ini dikirimkan ke rangkaian penguat warna. Sinyal diterjemahkan kembali menjadi cahaya atau gambar pada tabung gambar yang disebut CRT (Catoda Ray Tube). Didalam CRT televise terdapat tiga buah penembak electron yang disebut Red electron Gun, Green electron gun dan blue electron gun. Elektron gun dipanaskan oleh heater dengan tegangan rendah, sehingga tegangan yang masuk ke electron gun dirubah menjadi muatan electron. Informasi warna yang paling terang akan memancarkan muatan electron yang besar, dan disebut kondisi Blanking. Muatan electron ini ditembakkan menuju layar, tentu saja electron akan terpengaruh oleh gravitasi sehingga tidak akan sampai ke layar, nah untuk itu, pada bagian layar terdapat sebuah pelat yang diberi muatan positif sekitar 20kVolt yang dibangkitkan oleh trafo step up atau fly back. Karna pelat ini memiliki muatan positif yang tinggi, pelat akan menarik electron, sehingga kecepatan electron jauh lebih cepat sehingga tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Sebelum mengenai pelat, electron akan mengenai lapisan phosphor dan akan berpijar, jika muatan electron besar, maka pijaran pun semakin besar dan menghasilkan intensitas cahaya yang lebih tinggi. Karna ata tiga penembak electron, maka akan terjadi tiga tembakan electron, pada lapisan phosphor terdapad tiga buah bidang warna yang menghasilkan warna merah, biru dan hijau ketika terkena oleh electron. Karna bidang ini sangat kecil dan banyak, pijaran cahaya yang terlihat akan berkombinasi sehingga menghasilkan warna lain tergantung komposisi campuran warna. Electron yang ditembakkan akan diarahkan oleh medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan Yoke. Informasi yang diperoleh oleh kumparan yoke adalah dari informasi yang diperoleh oleh rangkaian Horizontal dan Vertikal. Sehingga electron akan diarahkan bergerak dari keri ke kanan secara horizontal, ketika sudah mencapai tepi, electron akan dibelokkan secara diagonal menuju urutan horizontal berikutnya dengan turun secar vertical satu baris piksel atau titik warna televise. Karna frekuensi gerakan electron ini sangat cepat dan pijaran pun sangat cepat, sehingga terlihat pada layar terbentuk sebuah gambar yang sesuai dengan sinyal informasi yang diperoleh dari objek yang direkam kamera. Jadi sebenarnya kamera menangkap banyak sekali frame-frame gambar dan diterjemahkan ke sinyal listrik. Sehingga gambar yang diperoleh seperti bergerak.

            Demikian pembahasan saya tentang kamera dan tabung televise, jika ada kesalahan atau kekhilafan, mohon komentarnya demi kemajuan bersam. Trimakasih ^_^

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)